Download File :
Beasiswa IPMG untuk Tahun 2013
Download File :
IPMG beersama Yayasan Kusuma Buana Tingkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Kanker Serviks
Produsen obat internasional  berbasis riset tidak hanya mementingkan keuntungan bisnis ketika berinvestasi di negara asing. Mereka juga menolong masyarakat di tempat mana mereka beroperasi melalui program Tanggung jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang terintegrasi dengan strategi dan kegiatan operasional mereka.

Perusahaan farmasi internasional berbasis riset anggota IPMG melaksanaan kegiatan berbagai CSR baik secara sendiri atau bersama asosiasi. Asosiasi perusahaan farmasi international IFPMA tempat IPMG bernaung juga mempunyai serangkaian kegiatan CSR.
IPMG
IPMG Meluncurkan Program Penguatan Posyandu
IPMG baru-baru ini meluncurkan program Penguatan Posyandu dengan menggandeng Yayasan Solidaritas Masyarakat Anak (SEMAK) dan Save the Children.

Program yang merupakan realisasi dari tanggung jawab sosial IPMG ini, bertolak dari keprihatinan IPMG akan masih tingginya angka kematian bayi di Indonesia yang antara lain disebabkan oleh status gizi yang buruk yang berdampak pada lemahnya daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Program Penguatan Posyandu ini sebenarnya diprakarsai oleh Save the Children. "IPMG terdorong untuk turut mendukung keberlanjutan program ini karena ia menyasar perbaikan gizi anak melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat sehingga tercipta kemandirian," ujar Direktur Eksekutif IPMG Parulian Simanjuntak.

Parulian menambahkan bahwa IPMG juga memilih program ini sebagai respon terhadap himbauan Kementerian Kesehatan terhadap sektor swasta untuk mendukung Posyandu melalui program CSR.

Melalui program Penguatan Posyandu ini, IPMG akan bekerja sama dengan Yayasan SEMAK dan Save the Children selama satu tahun ke depan untuk memperbaiki gizi anak-anak di desa Tagog Apu dan Cempaka Mekar di Kecamatan Padalarang.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu/keluarga tentang pola pemberian makan yang sehat bagi balita dan menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan sehat pada keluarga-keluarga di kedua desa tersebut. Dengan melibatkan 250 kader pada 47 posyandu, program ini diharapkan dapat memberi manfaat berupa perbaikan gizi anak-anak dari sekitar 1.750 keluarga.

Peluncuran program Penguatan Posyandu ini dilaksanakan melalui acara semiloka bertema "Pencegahan Malnutrisi dan Peningkatan Status Gizi Balita di Kabupaten Bandung Barat" yang dilaksanakan pada 25 November 2010 di Padalarang, Bandung Barat.

Sejak didirikan tahun 2002, IPMG telah melaksanakan berbagai program tanggung jawab sosial di sektor yang sesuai dengan bidang usaha dan kompetensi ke-25 anggotanya, yaitu kesehatan. Program-program yang pernah dilakukan IPMG antara lain program penanggulangan anemia di Jakarta, Jawa Barat dan Kepulauan Seribu, pemberian beasiswa kepada sejumlah mahasiswa sekolah farmasi ITB dan bantuan kepada korban bencana alam di Yogyakarta dan Padang beberapa waktu lalu.*
Beasiswa IPMG 2010 bagi Mahasiswa Program Apoteker SF-ITB

IPMG kembali memberikan beasiswa bagi mahasiswa program pendidikan profesi apoteker di Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB). Untuk tahun akademik 2010/2011, beasiswa IPMG diberikan kepada Yelvia Nurianti dan Gugun Gunadi.

Ketua IPMG Luthfi Mardiansyah mengatakan program beasiswa ini sejalan dengan misi IPMG menjadi mitra pemerintah dalam upaya memajukan sistem kesehatan nasional dengan menyediakan obat-obatan yang aman, inovatif, berkualitas internasional dan berefikasi tinggi.

“Pemberian beasiswa IPMG juga merupakan salah satu realisasi komitmen IPMG terhadap kemajuan farmasi Indonesia, dalam hal ini peningkatan kualitas kinerja para profesional bidang farmasi,” terang Lutfhi.

Pentingnya upaya bersama dan dukungan untuk peningkatan kemampuan profesi apoteker Indonesia diamini oleh kedua penerima beasiswa IPMG, Yelvia dan Gugun.

“Belum meratanya kualitas ilmu, keahlian dan profesionalitas yang dimiliki para apoteker adalah salah satu kendala yang menghambat kemajuan dan kontribusi nyata profesi apoteker di Indonesia,” ujar Gugun.

Yelvia mengatakan bahwa seiring dengan berkembangnya paradigma pharmaceutical care, apoteker dituntut untuk lebih meningkatkan peran sebagai salah satu pemberi layanan kefarmasian seperti memberi informasi mengenai obat kepada pasien.

“Seorang apoteker harus memastikan bahwa obat yang diberikan dan diterima pasien dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Ia juga bertanggung jawab mengawasi obat-obatan yang beredar untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan,” tambah Yelvia.

Mengingat posisi dan fungsi apoteker yang sangat strategis tersebut, kualifikasi seorang sarjana farmasi akan lebih lengkap bila ia juga mendalami pendidikan profesi apoteker, kata Gugun.

“Namun, pendidikan profesi apoteker seperti di ITB sulit dijangkau oleh mahasiswa dari kalangan ekonomi lemah, sedangkan tawaran beasiswa bagi peserta program ini masih sangat terbatas,” ujarnya. Gugun memperkirakan hanya kurang dari sepuluh dari sekitar 120 peserta pendidikan profesi apoteker seangkatannya yang beruntung mendapat dukungan beasiswa.

Hal itu dibenarkan oleh Dr. Irda Fidrianny dari  Sekolah Farmasi ITB. “Sekitar 25% dari mahasiswa SF-ITB sangat membutuhkan bantuan dana untuk bisa melanjutkan ke pendidikan profesi apoteker. Kami berharap lebih banyak lagi pihak yang membantu para siswa pendidikan profesi apoteker.”

Beasiswa IPMG yang diberikan sejak tahun 2007 ini diperuntukkan bagi mahasiswa program profesi apoteker SF-ITB berprestasi yang layak mendapat dukungan finansial untuk menyelesaikan program pendidikan satu tahun tersebut. Para penerima beasiswa dipilih melalui serangkaian seleksi dan wawancara.*

Toga Pangihotan Napitupulu, S.Si, Apt.
Dinda Ayu Deliana, S.Si, Apt.
Beasiswa IPMG bagi Mahasiswa Sekolah Farmasi 2008/2009
Anggota Perusahaan
Astellas bantu pendirian Pos Kesehatan Desa di Desa Pontang Legon

Astellas Pharma Inc melalui LSM People's HOPE-Japan membantu pendirian Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) beserta peralatan medisnya di desa Pontang Legon, Serang, provinsi Banten.

Sebelumnya, melahirkan di rumah dibantu oleh dukun bayi yang tidak menetap tanpa fasilitas kesehatan yang memadai adalah hal umum di desa Pontang Legon. Kesulitan dalam proses melahirkan sering timbul, sehingga angka kematian bayi menjadi tinggi.

Poskesdes yang diresmikan pada 11 Maret 2010 ini menyediakan pelayanan kebidanan dan kesehatan selama 24 jam, termasuk pemeriksaan ibu hamil, melahirkan, dan pengawasan kesehatan paska melahirkan.

Pendirian Poskesdes ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian Millenium Development Goal dari PBB, yakni dalam hal menurunkan angka kematian bayi baru lahir dan meningkatkan kesehatan ibu hamil.

 
Peresmian Pos Kesehatan Desa bantuan Astellas di Desa Pontang Legon pada 11 Maret 2010 disaksikan oleh (kiri ke kanan) dr Bahrum Rangkuti (Kepala Puskesmas Tirtayasa Kabupaten Serang), Budiwan Sumarsono (Managing Director PT Astellas Pharma Indonesia), Fujio Kitamura (Corporate Executive Vice President General Affairs Astellas Pharma Inc), dan Shingo Iwamoto (President Director PT Astellas Pharma Indonesia).
Index | CSR
» 2012
» 2010
November 2017
SuMTuWThFSa
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930

Copyright © 2013 International Pharmaceutical Manufacturers Group