Kode Etik IPMG 2017
International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) adalah suatu organisasi non-profit, nonpemerintah yang beranggotakan 25 perusahaan farmasi multinasional berbasis riset, yang bergerak di Indonesia, memegang teguh komitmennya untuk menyediakan obat-obatan yang aman, bermutu tinggi dan berkhasiat, serta menyediakan informasi yang cukup  mengenai nilai dan potensi risiko atas produk-produk mereka kepada komunitas penyedia layanan kesehatan.

Semua anggota IPMG berkomitmen penuh untuk mendukung komunitas kedokteran secara ilmiah dan dengan mematuhi undang-undang serta peraturan terkait, terutama kode etik dalam praktik pemasaran.

Dalam upaya kami untuk senantiasa menciptakan kesempatan sama dalam industri farmasi Indonesia serta memastikan penafsiran yang seragam tentang Kode Etik tersebut, Sub-Komite Praktik Pemasaran, setelah melalui pertimbangan matang, merevisi beberapa artikel dan poin dalam Kode Etik IPMG tentang Praktik Pemasaran Produk Farmasi di Indonesia yang dikeluarkan pada Juni 2015. Revisi ini penting untuk menjamin keselarasan dengan surat keputusan yang baru dikeluarkan Kementerian Keuangan tentang dukungan sponsor (sponsorship), International Federation of Pharmaceutical Manufacturers and Associations (IFPMA) Code of Practices, serta Mexico City Principles for Voluntary Codes of Business Ethics in the Biopharmaceutical Sector.

Selama beberapa tahun belakangan, IPMG menerapkan praktik ketat dan melakukan penilaian kepatuhan. Standar yang sama itu sebaiknya diberlakukan bagi semua perusahaan farmasi yang beroperasi di Indonesia.

Kami yakin bahwa Kode Etik Revisi 2017 ini, yang berlaku efektif pada tanggal 1 Mei 2017, akan memajukan layanan kesehatan di Indonesia demi kepentingan semua pemangku kepentingan, khususnya pasien di Indonesia.

Download File :
Kode Etik IPMG Revisi Mei 2017
FAQ

Q: Apakah Kode Etik ini mengatur komunikasi dengan publik?

A: Tidak. Kode Etik ini mengatur interaksi dengan profesi kesehatan dan promosi produk farmasi. Bila promosi langsung kepada publik diperbolehkan, hal ini diatur oleh undang-undang, peraturan, dan atau kode etik yang berkaitan. Semua anggota IPMG tentunya harus mematuhi undang-undang, peraturan dan/atau kode etik tersebut.

Q: Kode Etik ini berlaku bagi siapa saja?

A: Kode Etik ini berlaku bagi semua anggota IPMG. Perusahaan farmasi yang bukan merupakan anggota IPMG berada diluar cakupan Kode Etik ini. Perusahaan tersebut dan organisasi pemasaran produk atau jasa pelayanan kesehatan lain, dihimbau untuk mengikuti standar promosi etis yang serupa dengan yang ditentukan dalam Kode Etik ini

Q: Mengapa Kode Etik tidak mencakup kampanye penyakit pada publik?

A: Kode Etik ini mengatur interaksi dengan profesi kesehatan dan promosi produk farmasi. Suatu kampanye penyakit kepada publik tidak boleh mempromosikan produk farmasi tertentu. Walaupun tidak tercakup dalam Kode Etik ini, kampanye penyakit tentu saja harus mematuhi undang-undang dan peraturan yang berlaku.


 

Isu
Kode Etik
Hak Kekayaan Intelektual
Obat Palsu
Peraturan
Pelatihan Tenaga Pemasaran
HKI
» Siloam Optimistis Miliki 50 Rumah Sakit Hingga 2017
Tangerang - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) optimistis bisa memiliki 50 rumah sakit di 25 kota hingga akhir tahun 2017 mendatang.
Selanjutnya » 
Obat Palsu
» MIAP Ajak Masyarakat Perangi Peredaran Obat Palsu
Surabaya (Antara Jatim) - Organisasi Masyarakat Indonesia Anti-Pemalsuan mengajak seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan ikut memerangi obat-obatan palsu yang masih marak beredar di pasaran.
Selanjutnya » 
July 2017
SuMTuWThFSa
1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031

Copyright © 2013 International Pharmaceutical Manufacturers Group