Hak Kekayaan Intelektual
Perusahaan farmasi bergantung pada hak paten yang diberikan pemerintah untuk melindungi investasi besar yang mereka tanamkan dalam penelitian dan pengembangan obat baru. Untuk sampai bisa meluncurkan suatu obat baru ke pasar, perusahaan farmasi menghabiskan waktu 10 sampai dengan 15 tahun dan biaya rata-rata US$800 juta.
Paten

Paten adalah hak kepemilikan yang diberikan oleh negara kepada pencipta suatu invensi yang baru dan berguna. Karena invensi yang didaftarkan patennya harus berupa sesuatu hal yang baru dan tidak diketahui oleh mereka yang bergiat di bidang tersebut, maka  pemberian paten tidak dapat mencampuri akses publik terhadap hal atau produk yang sudah ada. Pemilik paten mempunyai hak untuk melarang pihak lain membuat, memakai atau menjual invensi miliknya selama 20 tahun sejak permohonan paten diajukan.

  • Posisi IFPMA

    Penegakan Paten dan Hak atas Kekayaan Intelektual merupakan insentif penting untuk keberlanjutan inovasi 
    >> selanjutnya

  • Pendapat WHO tentang Hak atas Kekayaan Intelektual

    Dalam konteks kesehatan publik, paten adalah bentuk paling penting dari HaKi. Paten memberikan si pencipta hak untuk mencegah pihak lain membuat, menjual, mengedarkan, mengimpor dan menggunakan hasil invensinya selama jangka waktu 20 tahun.
    >> selanjutnya

  • Trade-related aspects of intellectual property rights (TRIPs) WTO

    Kesepakatan WTO tentang aspek perdagangan di dalam Hak atas Kekayaan Intelektual (TRIPs) 
    >>selanjutnya


Eksklusivitas Data
Eksklusivitas data merupakan suatu konsep yang terpisah dan independen dari bentuk-bentuk hak kepemilikan lainnya. Ia juga tidak sama dengan rahasia dagang atau paten. Eksklusivitas data adalah suatu istilah yang di Amerika Serikat menunjuk kepada hak kepemilikan intelektual yang dijabarkan di dalam Pasal 39 Ayat 3 Kesepakatan Perdagangan terkait Hak Kepemilikan Intelektual (TRIPs) WTO.

Pasal 39 Ayat 3 berbunyi “Para anggota, jika memerlukan, sebagai persyaratan untuk memperoleh izin pemasaran produk farmasi atau produk kimia pertanian yang menggunakan unsur kimia baru, pendaftaran tes atau data yang bersifat tertutup, harus melindungi data-data tersebut dari penggunaan bersifat komersial yang tidak adil. Para anggota juga harus menjaga kerahasiaan data-data tersebut, kecuali jika diperlukan untuk kepentingan publik, atau jika ada langkah-langkah yang diambil untuk memastikan data-data tersebut terlindungi dari pemakaian bertujuan komersil.

Eksklusivitas data pada praktiknya adalah tindakan badan pengawas obat-obatan untuk suatu periode waktu tertentu tidak mengizinkan dipakainya data hasil uji klinik, yang sebelumnya diajukan oleh penemu sebagai bagian dari persyaratan untuk membuktikan keamanan dan daya guna obat, untuk mendaftarkan suatu obat generik yang mempunyai khasiat teraputik yang setara.

Eksklusivitas data sangat penting karena untuk mendapatkan izin pemasaran bagi suatu obat baru perusahaan farmasi harus menghabiskan waktu yang panjang dan biaya yang besar untuk melakukan penelitian dan pengujian kimia, farmakologi, toksikologi dan klinis. Selain itu, perlindungan terhadap data hasil uji yang sangat mahal harganya itu diwajibkan secara hukum seperti yang diatur di dalam kesepakatan TRIPs dan secara ekonomis perlu untuk tetap memotivasi perusahaan farmasi agar terus meneliti dan mengembangkan obat baru.
Lisensi Wajib
Kesepakatan TRIPS membolehkan pemerintah negara anggota WTO untuk kepentingan non-komersil memproduksi sebuah produk yang dipatenkan tanpa terlebih dahulu meminta izin dari pemilik paten.

Walaupun kesepakatan tersebut tidak menjabarkan alasan-alasan yang spesifik bagi penggunaan lisensi wajib, untuk tetap menjaga kepentingan hukum pemilik paten ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi termasuk:

  1. Harus terlebih dahulu ada suatu upaya untuk mendapatkan lisensi dengan aturan dan persyaratanyang wajar.
  2. Pemilikan paten berhak mendapatkan bayaran mengingat lisensi tersebut memiliki nilai ekonomi.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang posisi WTO tentang lisensi wajib untuk produk farmasi dan kaitannya dengan TRIPs klik WTO on compulsory licensing of pharmaceuticals and TRIPs.
Isu
Kode Etik
Hak Kekayaan Intelektual
Obat Palsu
Peraturan
Pelatihan Tenaga Pemasaran
HKI
» Siloam Optimistis Miliki 50 Rumah Sakit Hingga 2017
Tangerang - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) optimistis bisa memiliki 50 rumah sakit di 25 kota hingga akhir tahun 2017 mendatang.
Selanjutnya » 
Obat Palsu
» MIAP Ajak Masyarakat Perangi Peredaran Obat Palsu
Surabaya (Antara Jatim) - Organisasi Masyarakat Indonesia Anti-Pemalsuan mengajak seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan ikut memerangi obat-obatan palsu yang masih marak beredar di pasaran.
Selanjutnya » 
November 2017
SuMTuWThFSa
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930

Copyright © 2013 International Pharmaceutical Manufacturers Group